Rabu, 07 November 2012

Makalah Media massa cetak




PENDAHULUAN
            Media cetak merupakan bagian dari media massa yang digunakan dalam penyuluhan. Media cetak mempunyai karakteristik yang penting. Media massa membantu penerimaan informasi untuk mengatur masukan informasi tersebut. Lebih jauh lagi media cetak dapat di seleksi oleh pembacanya secara mudah di bandingkan dengan berita melalui radio dan televise.
            Media cetak di Negara ini memiliki peranan-peranan besar yang mampu membentuk satu masyarakat Negara yang berkualitas. Sumbangan utama media cetak di Negara ini ialah media cetak menjadi sumber maklumat kepada masyarakat kita. Setiap hari media cetak menyiarkan pelbagai perkara yang berlaku di Negara ini dan semua berita atau maklumat ini menjadikan masyarakan kita mengetahui semua perkara yang berlaku, sedang, atau bakal berlaku di Negara ini.
            Dalam makalah ini kita akan membahas kekuatan dan kelemahan media cetak informasi saat ini yang domunan telah melahirkan media massa yang semakin canggih.










KATA PENGANTAR
            Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
            Adapun penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas semester 1 di bidang studi Pengantar Teknologi Grafika. Saya mengambil judul “Kekuatan dan kelemahan media cetak” untuk makalah ini.
            Selain itu juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ni. Saya juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi salah satu sumber informasi/
            Namun saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih sempurna, semoga ini dapat bermaanfaat bagi kita semua. Amin
                                                                                                Depok , 02 september 2012










ISI (PEMBAHASAN)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat, telah melahirkan beragam bentuk media massa yang semakin canggih pula. Berbagai kelemahan media cetak yang dikenal sebelumnya, telah ditutupu dan diatasi dengan berbagai bentuk media massa elektronik yang lebih provokatif dan massif.
Belakangan, perkembangan internet yang pesat bahkan telah menjadi pendorong lahirnya beragam bentuk media online. Melalui blog atau situs, muncul media pemberitaan yang tak kalah massifnya di bandingkan media televisi. Blog atau situs bahkan telah menjadi media alternative dalam menyebarkan informasi secara lebih cepat tanpa tergantung atau terbatas masalah waktu dan tempat.
Mengamati media massa dari masa ke masa memang menarik. Awalnya kita memang mengenal media massa dalam bentuk media cetak. Sebelum mesin cetak ditemukan, media cetak dibuat secara manual dan disebarkan dalam bentuk pengumuman yang ditempelkan di berbagai tempat strategis agar mudah dilihat dan di baca orang.
Media cetak yang dibuat dalam bentuk yang sangat sederhana ini juga dilakukan dunia advertising kuno dalam menyebarluaskan informasi tentang suatu produk. Bahkan menurut sejarahnya, media massa sebagai bentuk media yang menyebarkan berbagai berita dan informasi juga berkembang karena pengaruh dunia periklanan tersebut.
Namun setelah ditemukannya mesin cetak, media massa cetak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media yang dikenal sebagai Koran atau surat kabar merupakan produk atau hasil revolusi industry  untuk memenuhi rasa ingin tau masyarakat tentang berbagai peristiwa yang ada dilingkungannya. Bahkan media cetak menjadi sarana berbagai informasi antar suatu komunitas maupun antara masyarakat di berbagai wilayah.

Namun seiring berjalannya waktu, kelemahan media cetak sangat dari lambat dan lamanya proses pengejaran yang di lakukannya. Baik dari proses pengumpulan berita maupun informasi, tahap seleksi dan pengolahannya, hingga proses cetaknya. Padahal berita dan informasi berkembang semakin cepat.

·        Masih di butuhkan
Selain itu, media cetak juga kurang mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah yang lebih luas. Masalah jarak, tempat maupun kendala waktu merupakan kelemahan media cetak yang paling mendasar.

Apalagi setelah berkembangnya internet dimana berita dan informasi mampu disajikan secara real time, lebih murah, namun mampu menjangkau sasaran pembaca lebih luas, media cetak di rasakan semakin banyak kelemahan.

Meskipun banyak kelemahan, media cetak juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan media elektronik, televisi maupun media online. Hal ini  terutama berhubungan dengan kebiasaan membaca masyarakat yang ingin mengulang pada saat yang lain tanpa repot mengakses internet. Dengan kebiasaan ini, maka media cetak juga masih dirasakan sebagai kebutuhan.

Karena itulah minat orang atau masyarakat terhadap media cetak tidak berkurang meski stasiun televise mampu menyiarkan berita dalam waktu yang lebih cepat.

Media cetak juga masih menjadi sumber informasi penting masyarakat  media cetak juga menjadi kekuatannya bila di bandingkan dengan media informasi lainnya yang lebih canggih.



KESIMPULAN
            Media massa baik cetak ataupun elektronik sesungguhnya merupakan alat yang sangat ampuh untuk mempengaruhi sekaligus mengubah opini public, melalui media massa pula segala lingkup ruang dan waktu. Segala bentuk peristiwa yang terjadi di  dunia dalam waktu singkat sudah dapat kita ketahui.
            Terlebih lagi kemajuan tecnologi informasi global telah membawa kita pada kemudahan dalam mengakses semua informasi, sebagai pengguna media massa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjadikan media massa semakin mendidik  dan bukan malah sebaliknya. Fungsi dari media massa sendiri sebagai pencerahan pengetahuan bagi masyarakat serta dapat di manfaatkan sebagai ruang berbicara system politik guna membahas berbagai masalah yang menyangkut kemasyarakatan, dan media massa sendiri tidak hanya menjadi hiburan saja bagi masyarakat tapi juga dapat dipergunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.
           
















PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

            Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.














DAFTAR PUSTAKA
bukupendidikanterbaik-azman-duniaku.blogspot.com/2007/08/media-cetak-dan-peranannya.html  ,
diktat Pengantar Teknologi Grafika



Selasa, 06 November 2012

Makalah Komunikasi


Makalah komunikasi


BAB 1
PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang

Pentingnya komunikasi tidak dapat di pungkiri oleh manusia sebagai alat interaksi dengan individu lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, baik dari luar atau dalam lingkungannya. Komunikasi adalah hal yang tidak bias di pisahkan dari kehidupan manusia.
Komunikasi pada dasarnya dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan. Peristiwa komunikasi dapat berlangsung tidak saja dalam kehidupan manusia, tetapi juga dalam kehidupan binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk hidup lainnya. Namun demikian, objek pengamatan dalam ilmu komunikasi dalam konteks hubungan antar manusia atau komunikasi antar manusia.

II.                Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
a.       Definisi komunikasi menurut beberapa ahli komunikasi
b.      Komponen-komponen komunikasi
c.       Tujuan dan manfaat pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia


   III.            Tujuan
a.       Untuk mengetahui arti pentingnya komunikasi
b.      Untuk menambah wawasan pembaca mengenai komunikasi
c.       Sebagai wadah pembelajaran bagi pembaca
d.      Sebagai tolak ukur kita untuk memahami komunikasi



BAB II
PEMBAHASAN

a. Definisi komunikasi menurut beberapa ahli:

Seorang ahli komunikasi Wilbur Schramm mengatakan bahwa dalam konteks komunikasi, suatu masyarakat dapat dilihat sebagai sejumlah hubungan (relationship) di masing-masing orang mengambil bagian (sharing) atas informasi.
Joseph A Devito (1996) mengatakan komunikasi adalah transaksi. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa parakomunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan.
Menurut Hovland, Janis & Kelley; 1953. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Menurut Berelson dan Steiner, 1964. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain. Melalui penggunaan symbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Menurut Gode, 1959. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Menurut Barnlund, 1964. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Menurut Weaver, 1949. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.
Esensi dalam proses komunikasi adalah untuk memperoleh kesamaan makna di antaraorang yang terlibat dalam proses komunikasi antar manusia. Menurut pandangan Ruesch dan Bateson dalam Liliweri, bahwa tingkatan paling penting dalam komunikasi manusia adalah komunikasi antarpribadi yang diartikan sebagai relasi individual dengan orang lain dalam konteks sosialnya.
Menurut Ruesch, 1957. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan
            Menurut  Edwin  Emery. Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain.
          Menurut William Albig dalam bukunya yang berjudul COMMUNICATION FOR PEOPLE’s bahwa komunikasi adalah proses sosial dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada perilaku manusia dan adat kebiasaan.
Menurut Karfried Knapp seorang ilmuwan dari Amerika mengatakan bahwa komunikasi itu merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan simbol-simbol liguistik, seperti sistim simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat di sosialisasikan secara langsung/tatap muka atau media lain (Tulisan,oral dan Visual ).
Menurut  A. Winnet. Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut.
Menurut Charles H. Cooley. Komunikasi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu.
 Menurut Delton E, Mc Farland. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia.
Menurut Theodorson & Thedorson. Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.
Menurut Himstreet & Baty. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
Menurut Bovee. Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.

Menurut Onong Uchjana Effendy. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Menurut Raymond Ross. Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Menurut Gerald R. Miller. Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
Menurut Everett M. Rogers. Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Menurut New Comb. Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
Menurut Colin Cherry. Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Menurut Palo Alto. Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena mereka tidak dapat berperilaku. PALO ALTO sangat percaya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi.
Menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
Menurut Harold Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”, “mengatakan apa”, “dengan saluran apa”, “kepada siapa”, dan “dengan akibat atau hasil apa”. (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).

b. Komponen-komponen komunikasi
            1.Komunikator/Penyampaian pesan/Sumber/Source semua proses komunikasi berasal dari sumber yang dapat berupa
·         Perorangan , jika dalam komunikasi individual atau antar perorangan
·         Suatu lembaga atau organisasi, atau orang yang dilembagakan (komunikasi dengan media massa) 


2.Pesan/Message.
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan  antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun non verbal., baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui media massa misalnya) Pesan dapat berupa:
·         pesan verbal, misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis
·         pesan non verbal, misalnya: isyarat, gambar, warna 
·         pesan paralinguistik, misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada bicara), kecepatan suara, vokalisasi.
3.Saluran/Media/Chanel
            Unsur saluran merupakan sarana tempat pesan yang di sampaikan sehingga bias diterima dan di maknai oleh komunikan. Misalnya: media massa (surat kabar, majalah, televise, radio, dll)
            4. Komunikan/Penerima Pesan/Receiver
            Unsure penerimaan merupakan sasaran dari komunikasi, bias terdiri dari seseorang atau beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi.
            5. Tujuan/Destination/effect
            Effect merupakan hasil dari suatu komunikasi, merupakan tujuan dari peserta-peserta di dalam proses komunikasi.
            6. Umpan balik/Feedback
            Feedback merupakan tanggapan atas pesan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
            7. Gangguan/Noise
            Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat pesan yang diterima komunikan berbeda dengan pesan yang disampaikan kepada komunikator terhadap komunikan. Misalnya: perkuliahan terganggu akibat ada pesawat terbang yang melintas rendah  di atas kelas.

c.       Tujuan dan manfaat pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia

Tujuan utama komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahaman atau pengertian bersama. Saling mengerti atau memahami bukan berarti harus menyetujui tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku atau perubahan secara social:
1.      Perubahan sikap (attitude change)
      Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik positive ataupun negative. Dalam berbagai situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang lain bersikap positive sesuai keinginan kita.
2.      Perubahan pendapat (opinion change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator. Setelah memahami yang dimaksud komunikator maka akan menciptakan pendapat yang berbeda-beda bagi komunikan. Contoh: berita yang disampaikan oleh surat kabar. Informasi dapat diterima khalayak secara bersamaan, namun opini atau pendapat yang muncul tiap individu berbeda-beda.
3.      Perubahan perilaku (behavior change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang. Contoh: kampanye kesehatan misalnya mengenai merokok menyebabkan gangguan kesehatan. Setelah mengikuti kampanye tersebut seorang perokok misalnya kemudian berusaha mengurangi/berhenti merokok.
4.      Perubahan social (social change)
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang lebih baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara sengaja meningkatkan hubungan interpersonal. Contoh: diperkantoran, sering terjadi komunikasi dilakukan bukan untuk menyampaikan informasi atau pengaruh sikap semata, tetapi kadang-kadang terdapat maksud implicit di sebaliknya, yakni untuk membina hubungan baik

            Manfaat pentingnya komunikasi:
1.      Menyampaikan informasi (to inform)
Memberitahukan/menerangkan informasi atau hal-hal yang belum diketahui seseorang maupun public terhadap apa yang terjadi pada seseorang ataupun public , sehingga informasi-informasi yang di berikan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
2.      Mendidik (to educate)
Memberikan pendidikan dan pengetahuan yang bermanfaat baik secara formal, non formal, maupun informal sehingga mendorong pembentukan watak dan pendidikan keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan. Misalnya: seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.
3.      Membujuk (to persuade)
Membujuk, mempengaruhi atau membentuk suatu opini seseorang maupun public, menyakinkan tentang informasi-informasi yang diberikan sehingga benar-benar mengetahui situasiyang terjadi di lingkungannya. Misalnya: iklan tv yang mengiklankan produk, dengan gaya persuasinya membujuk atau mempengaruhi pemirsanya untuk menggunakan produk tersebut.
4.      Menghibur (to entertaint)
Memberikan hiburan atau kesenangan, sehingga seseorang maupun public memperoleh selingan dari kejenuhan yang dialaminya karena tekanan-tekanan baik alam pekerjaan, pergaulan dan lain-lain yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya: Musik, Komedi, Tari, Olahraga.















KESIMPULAN
            Dari pembahasan diatas, maka disadari bahwa komunikasi penting dalam kehidupan sebagai penyampaian atau penukaran ide-ide, pengetahuan bahkan informasi, komunikasi juga penting dalam sebuah organisasi, karena dapat dikatakan organisasi tanpa komunikasi ibarat motor yang di dalamnya terdapat rangkaian alat-alat otomotif, yang terpaksa tidak berfungsi karena tidak ada aliran fungsi antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
            Begitu penting komunikasi bagi kehidupan manusia, sehingga ada yang menyatakan bahwa tanpa komunikasi kehidupan manusia tidak akan bermakna, atau bahkan manusia tidak akan bertahan hidup.