Minggu, 02 Juni 2013

Tugas Penulisan Berita

PENGGALANGAN DANA
Malam Solidaritas seniman
Untuk Hamsad

JAKARTA, Sejumlah Seniman dan aktivis media sosial menggelar  acara Malam Solidaritas Seniman, jumat (2/11) yang di mulai pukul 19.00 s/d selesai di Bentara Budaya Jakarta.

Agus Noor selaku ketua dari acara ini mengatakan bahwa sebenarnya Malam Solidaritas Untuk Hamsad dilaksanakan pada tanggal 22 November 2012, tetapi di undur sampai hari ini.

Penggalangan dana ini dengan cara melelang lukisan-lukisan yang tercipta karena ilustrasi cerpen karya Hamsad, di antaranya kunang-kunang, maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu, jalan panjang sang sastrawan, malam tahun baru, di atas Kereta Rel Listrik.

Ada juga empat lukisan yang tidak berdasarkan karya Hamsad, yaitu lukisan dari He He (Hendra Harsono), Angki Purbandono, Agan Harahap, dan Tere.
Selain lewat lukisan, pengumpulan dana juga dilakukan dengan cara melelang pembacaan cerpan karya Hamsad, dan menyanyikan beberapa lagu yang disajikan oleh sejumlah artis dan seniman.

 Vivi mengatakan “memang ada pelelangan secara tertutup, itu dimaksudkan supaya mudah saja, karena kalau pelelangan secara tertutup kan sistemnya seperti arisan, kan kita kasih minimal harganya, nah orang yang mau ikutan harus lebih dari harga itu”

Sampai acara berakhir total pengumpulan dana mencapai RP. 133.921.000,-
“cepet sembuh buat Bang Hamsad, supaya bisa berkarya lagi” ucap Vivi. (Ika,PB1G)

Sabtu, 01 Juni 2013

Makalah Kewarganegaraan

Makalah Kewarganegaraan
PERANAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI




KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
Adapun penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas semester 2 dengan mata kuliah Kewarganegaraan. Dan makalah ini berjudul “Peranan Pancasila dalam Era Globalisasi”
Selain itu juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ini. Saya juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi salah satu sumber informasi.
Namun saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih sempurna, semoga ini dapat bermaanfaat bagi kita semua. Amin



Depok,  15 Mei 2013


Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A.            Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik ketika negara Indonesia didirikan,dan hingga sekarang di era globalisasi,Negara Indonesia tetap berpegang teguh kepada pancasila sebagai dasar negara.Sebagai dasar negara tentulah pancasila harus menjadi acuan Negara dalam menghadapi tantangan global dunia yang terus berkembang.
Di era globalisasi ini peran pancasila tentulah sangat penting untuk tetap menjaga eksistensi kepribadian bangsa indonesia,karena dengan adanya globalisasi batasan batasan diantara negara seakan tak terlihat,sehingga berbagai kebudayaan asing dapat masuk dengan mudah ke masyarakat.
Hal ini dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa indonesia,jika kita dapat memfilter dengan baik berbagai hal yang timbul dari dampak globalisasi tentunya globalisasi itu akan menjadi hal yang positif karena dapat menambah wawasan dan mempererat hubungan antar bangsa dan negara di dunia.Tapi jika kita tidak dapat memfilter dengan baik sehingga hal-hal negatif dari dampak globalisasi dapat merusak moral bangsa dan eksistensi kebudayaan indonesia. Dari faktor-faktor tersebutlah di butuhkan peranan pancasila sebagai dasar dan pedoman negara dalam menghadapi tantangan global yang terus meningkat diera globalisasi.

B.            Rumusan Masalah

a.       Kedudukan Pancasila
b.      Pengertian Globalisasi
c.       Pengaruh Positive dan Negative dari Globalisasi
d.      Peran Pancasila dalam Era Globalisasi

C.            Tujuan Penulisan

Tujuan saya membuat Makalah yang bejudul Peranan Pancasila dalam Era Globalisasi adalah untuk menambah pengetahuan bagi siapa saja yang membacanya dan khususnya bagi penyusun. Makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas semester 2 dengan mata kuliah Kewarganegaraan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.                 Kedudukan Pancasila
1.      Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Manusia seabagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dalam perjuangan unutk mencapai kehidupan yang lebih sempurna, senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai suatu pandangan hidup . Nilai-nilai luhur adalah marupakan tolak ukur kebaikan yang berkenaan dangan hal-hal bersifat mendasar dan abadi dalam hidup manusia, seperti cita-cita yang hendak dicapainnya dalam hidup manusia.

2.      Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga merupkan suatu sumber nilai, norma serta kaidah baik moral maupun hukum negara, dan menguasai hukum dasar baik yang tertulis atau UUD, maupun yang tidak tertulis atau konfensi. Dalam kedudukannya seabagai dasar negara, Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.
Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib hukum indonesia maka pancasila tercntum dalam ketentuan tertinggi yaitu pembukaan UUD 1945, kemudian di jelmakan atau di jabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya di kongkritisasikan atau di .jabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945, serta hukum positif lainnya.

3.      Pancasila sebagai ideologi bangasa dan negara Indonesia
Sebagai suatu ideologi bangasa dan negara indonesia maka pancasila pada hakikatndonesia maka pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang seabagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan, serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan lain perkataan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) pancsila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat indonesia sediri, sehingga bangsa indonesia merupakan kausa materialis (asal bahan) Pancasila.

B.     Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah, Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
Globalisasi adalah fenomena dimana batasan-batasan antar negara seakan memudar karena terjadinya berbagai perkembangan di segala aspek kehidupan,khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Dengan terjadinya perkembangan berbagai aspek kehidupan khususnya di bidang iptek maka manusia dapat pergi dan berpindah ke berbagai negara dengan lebih mudah serta mendapatkan berbagai informasi yang ada dan yang terjadi di dunia.
Namun fenomena globalisasi ini tidak selalu memberi dampak positif,berbagai perubahan yang terjadi akibat dari globalisasi sudah sangat terasa,baik itu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya,dan teknologi informasi.
Berbagai dampak negatif terjadi dikarenakan manusia kurang bisa memfilter dampak dari globalisasi sehingga lebih banyak mengambil hal-hal negatif dari pada hal-hal positif yang sebenarnya bisa lebih banyak kita dapatkan dari fenomena globalisasi ini.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

C.     Pengaruh Positif dan Negatif dari Globalisasi
1.      Pengaruh Positif Globalisasi
a. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
b. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
c. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
  
2.      Pengaruh Negatif Globalisasi
a. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
b. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
c.  Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
d. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
e.  Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.


D.    Peranan Pancasila dalam Era Globalisasi
Menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat, keurgensian pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Kebebasan di era globalisasi dan reformasi sudah tidak terkendali, ideologi Pancasila sebagai pemersatu untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme. Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi globalisasi dan sebagai dasar negara Indonesia yang sudah ditentukan oleh para pendiri negara Indonesia yang menjadi sebuah acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan ideologi pancasila. Pancasila harus tetap dipertahankan bahwa pancasila merupakan ideologi yang sejati untuk Indonesia. Oleh karena itu tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi kepribadian bangsa. Yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan rakyat Indonesia mampu menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik saja dan sesuai dengan kepribadian bangsa saja yang terserap. Jika nilai-nilai budaya yang tidak sesuai apalagi merusak tata nilai budaya nasional harus ditolak dengan tegas. Kunci dari persoalan tersebut terletak pada pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Bila rakyat dan bangsa Indonesia konsisten menjaga nilai-nilai luhur bangsa maka nilai-nilai atau budaya dari luar yang tidak baik akan tertolak dengan sendirinya.
Peranan Pancasila di Era globalisasi khususnya dalam konteks sebagai dasar Negara dan ideologi nasional agar setiap Warga Negara Indonesia memiliki pemahaman yang sama dan akhirnya memiliki persepsi dan sikap yang sama terhadap kedudukan peranan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kuat derasnya arus globalisasi yang menggerus jati diri dan identitas Nasional, pancasila  tetap harus konsisten dan konsekuen dilaksanakan oleh para pemimpin dan masyarakat karena memiliki nilai-nilai luhur yang sangat sesuai dengan karakter bangsa yang tercermin dalam setiap sila dari pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Melalui pemahaman makna pancasila yang dikembangkan dengan semangat akan dapat mengembangkan nilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. Selain itu melestarikan dan mengembangkan pancasila sebagai dasar negara sebagaimana yang telah dirintis dan merupakan suatu kawajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan oleh generasi sekarang. Pancasila merupakan sebuah kekuatan ide yang berakar dari bumi Indonesia untuk menghadapi nilai-nilai dari luar, sebagai sistem syaraf atau filter terhadap berbagai pengaruh luar, nilai-nilai dalam Pancasila dapat membangun sistem dalam masyarakat kita terhadap kekuatan-kekuatan dari luar sekaligus menyeleksi hal-hal baik untuk diserap, dan sebagai sistem dan pandangan hidup yang merupakan konsensus dasar dari berbagai komponen bangsa yang plural ini. Melalui Pancasila, moral sosial, toleransi, dan kemanusiaan, bahkan juga demokrasi bangsa ini dibentuk. Untuk itu Pancasila harus bisa kita telaah secara analitis dengan kekayaan nilainya sudah selayaknya digali, diperdalam, lalu dikontekstualisasikan lagi pada perkembangan situasi yang kita hadapi, terlebih jika Pancasila benar-benar ingin diteguhkan sebagai ideologi bangsa.

BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan
            Tidak ada yang dapat mengelakan arus globalisasi yang menghampiri kita bahkan bangsa ini. Bangsa Indonesia tidak dapat menghindari adanya tantangan globalisasi. Jika globalisasi tidak disikapi dengan cepat dan tepat maka hal ini akan mengancam eksistensi kita sebagai sebuah bangsa. Arus globalisasi yang melanda negara ini akan memudarkan nilai-nilai pancasila yang seharusnya dapat diaktualisasikan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam berbagai bidang. Peran Pancasila sangat penting dalam menghadapi arus globalisasi karena Pancasila merupakan sebuah kekuatan ide yang berakar dari bumi Indonesia untuk menghadapi nilai-nilai dari luar, sebagai sistem syaraf atau filter terhadap berbagai pengaruh luar, nilai-nilai dalam Pancasila dapat membangun sistem dalam masyarakat kita terhadap kekuatan-kekuatan dari luar sekaligus menyeleksi hal-hal baik untuk diserap, dan sebagai sistem dan pandangan hidup yang merupakan konsensus dasar dari berbagai komponen bangsa yang plural ini. Dengan Pancasila, moral sosial, toleransi, dan kemanusiaan, bahkan juga demokrasi bangsa ini dibentuk. Tetapi sangat disayangkan jika wacana Pancasila belakangan ini mulai berkurang. Dengan menjadikan pancasila sebagai pedoman dalam menhadapi globalisasi bangsa Indonesia akan tetap bisa menjaga eksistensi dan jati diri bangsa Indonesia. Perlu digalakan kembali penanaman nila-nilai pancasila melalui proses pendidikan dan keteladanan.






Rabu, 07 November 2012

Makalah Media massa cetak




PENDAHULUAN
            Media cetak merupakan bagian dari media massa yang digunakan dalam penyuluhan. Media cetak mempunyai karakteristik yang penting. Media massa membantu penerimaan informasi untuk mengatur masukan informasi tersebut. Lebih jauh lagi media cetak dapat di seleksi oleh pembacanya secara mudah di bandingkan dengan berita melalui radio dan televise.
            Media cetak di Negara ini memiliki peranan-peranan besar yang mampu membentuk satu masyarakat Negara yang berkualitas. Sumbangan utama media cetak di Negara ini ialah media cetak menjadi sumber maklumat kepada masyarakat kita. Setiap hari media cetak menyiarkan pelbagai perkara yang berlaku di Negara ini dan semua berita atau maklumat ini menjadikan masyarakan kita mengetahui semua perkara yang berlaku, sedang, atau bakal berlaku di Negara ini.
            Dalam makalah ini kita akan membahas kekuatan dan kelemahan media cetak informasi saat ini yang domunan telah melahirkan media massa yang semakin canggih.










KATA PENGANTAR
            Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
            Adapun penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas semester 1 di bidang studi Pengantar Teknologi Grafika. Saya mengambil judul “Kekuatan dan kelemahan media cetak” untuk makalah ini.
            Selain itu juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ni. Saya juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi salah satu sumber informasi/
            Namun saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih sempurna, semoga ini dapat bermaanfaat bagi kita semua. Amin
                                                                                                Depok , 02 september 2012










ISI (PEMBAHASAN)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat, telah melahirkan beragam bentuk media massa yang semakin canggih pula. Berbagai kelemahan media cetak yang dikenal sebelumnya, telah ditutupu dan diatasi dengan berbagai bentuk media massa elektronik yang lebih provokatif dan massif.
Belakangan, perkembangan internet yang pesat bahkan telah menjadi pendorong lahirnya beragam bentuk media online. Melalui blog atau situs, muncul media pemberitaan yang tak kalah massifnya di bandingkan media televisi. Blog atau situs bahkan telah menjadi media alternative dalam menyebarkan informasi secara lebih cepat tanpa tergantung atau terbatas masalah waktu dan tempat.
Mengamati media massa dari masa ke masa memang menarik. Awalnya kita memang mengenal media massa dalam bentuk media cetak. Sebelum mesin cetak ditemukan, media cetak dibuat secara manual dan disebarkan dalam bentuk pengumuman yang ditempelkan di berbagai tempat strategis agar mudah dilihat dan di baca orang.
Media cetak yang dibuat dalam bentuk yang sangat sederhana ini juga dilakukan dunia advertising kuno dalam menyebarluaskan informasi tentang suatu produk. Bahkan menurut sejarahnya, media massa sebagai bentuk media yang menyebarkan berbagai berita dan informasi juga berkembang karena pengaruh dunia periklanan tersebut.
Namun setelah ditemukannya mesin cetak, media massa cetak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media yang dikenal sebagai Koran atau surat kabar merupakan produk atau hasil revolusi industry  untuk memenuhi rasa ingin tau masyarakat tentang berbagai peristiwa yang ada dilingkungannya. Bahkan media cetak menjadi sarana berbagai informasi antar suatu komunitas maupun antara masyarakat di berbagai wilayah.

Namun seiring berjalannya waktu, kelemahan media cetak sangat dari lambat dan lamanya proses pengejaran yang di lakukannya. Baik dari proses pengumpulan berita maupun informasi, tahap seleksi dan pengolahannya, hingga proses cetaknya. Padahal berita dan informasi berkembang semakin cepat.

·        Masih di butuhkan
Selain itu, media cetak juga kurang mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah yang lebih luas. Masalah jarak, tempat maupun kendala waktu merupakan kelemahan media cetak yang paling mendasar.

Apalagi setelah berkembangnya internet dimana berita dan informasi mampu disajikan secara real time, lebih murah, namun mampu menjangkau sasaran pembaca lebih luas, media cetak di rasakan semakin banyak kelemahan.

Meskipun banyak kelemahan, media cetak juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan media elektronik, televisi maupun media online. Hal ini  terutama berhubungan dengan kebiasaan membaca masyarakat yang ingin mengulang pada saat yang lain tanpa repot mengakses internet. Dengan kebiasaan ini, maka media cetak juga masih dirasakan sebagai kebutuhan.

Karena itulah minat orang atau masyarakat terhadap media cetak tidak berkurang meski stasiun televise mampu menyiarkan berita dalam waktu yang lebih cepat.

Media cetak juga masih menjadi sumber informasi penting masyarakat  media cetak juga menjadi kekuatannya bila di bandingkan dengan media informasi lainnya yang lebih canggih.



KESIMPULAN
            Media massa baik cetak ataupun elektronik sesungguhnya merupakan alat yang sangat ampuh untuk mempengaruhi sekaligus mengubah opini public, melalui media massa pula segala lingkup ruang dan waktu. Segala bentuk peristiwa yang terjadi di  dunia dalam waktu singkat sudah dapat kita ketahui.
            Terlebih lagi kemajuan tecnologi informasi global telah membawa kita pada kemudahan dalam mengakses semua informasi, sebagai pengguna media massa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjadikan media massa semakin mendidik  dan bukan malah sebaliknya. Fungsi dari media massa sendiri sebagai pencerahan pengetahuan bagi masyarakat serta dapat di manfaatkan sebagai ruang berbicara system politik guna membahas berbagai masalah yang menyangkut kemasyarakatan, dan media massa sendiri tidak hanya menjadi hiburan saja bagi masyarakat tapi juga dapat dipergunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.
           
















PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

            Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.














DAFTAR PUSTAKA
bukupendidikanterbaik-azman-duniaku.blogspot.com/2007/08/media-cetak-dan-peranannya.html  ,
diktat Pengantar Teknologi Grafika



Selasa, 06 November 2012

Makalah Komunikasi


Makalah komunikasi


BAB 1
PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang

Pentingnya komunikasi tidak dapat di pungkiri oleh manusia sebagai alat interaksi dengan individu lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, baik dari luar atau dalam lingkungannya. Komunikasi adalah hal yang tidak bias di pisahkan dari kehidupan manusia.
Komunikasi pada dasarnya dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan. Peristiwa komunikasi dapat berlangsung tidak saja dalam kehidupan manusia, tetapi juga dalam kehidupan binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk hidup lainnya. Namun demikian, objek pengamatan dalam ilmu komunikasi dalam konteks hubungan antar manusia atau komunikasi antar manusia.

II.                Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
a.       Definisi komunikasi menurut beberapa ahli komunikasi
b.      Komponen-komponen komunikasi
c.       Tujuan dan manfaat pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia


   III.            Tujuan
a.       Untuk mengetahui arti pentingnya komunikasi
b.      Untuk menambah wawasan pembaca mengenai komunikasi
c.       Sebagai wadah pembelajaran bagi pembaca
d.      Sebagai tolak ukur kita untuk memahami komunikasi



BAB II
PEMBAHASAN

a. Definisi komunikasi menurut beberapa ahli:

Seorang ahli komunikasi Wilbur Schramm mengatakan bahwa dalam konteks komunikasi, suatu masyarakat dapat dilihat sebagai sejumlah hubungan (relationship) di masing-masing orang mengambil bagian (sharing) atas informasi.
Joseph A Devito (1996) mengatakan komunikasi adalah transaksi. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa parakomunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan.
Menurut Hovland, Janis & Kelley; 1953. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Menurut Berelson dan Steiner, 1964. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain. Melalui penggunaan symbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Menurut Gode, 1959. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Menurut Barnlund, 1964. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Menurut Weaver, 1949. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.
Esensi dalam proses komunikasi adalah untuk memperoleh kesamaan makna di antaraorang yang terlibat dalam proses komunikasi antar manusia. Menurut pandangan Ruesch dan Bateson dalam Liliweri, bahwa tingkatan paling penting dalam komunikasi manusia adalah komunikasi antarpribadi yang diartikan sebagai relasi individual dengan orang lain dalam konteks sosialnya.
Menurut Ruesch, 1957. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan
            Menurut  Edwin  Emery. Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain.
          Menurut William Albig dalam bukunya yang berjudul COMMUNICATION FOR PEOPLE’s bahwa komunikasi adalah proses sosial dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada perilaku manusia dan adat kebiasaan.
Menurut Karfried Knapp seorang ilmuwan dari Amerika mengatakan bahwa komunikasi itu merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan simbol-simbol liguistik, seperti sistim simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat di sosialisasikan secara langsung/tatap muka atau media lain (Tulisan,oral dan Visual ).
Menurut  A. Winnet. Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut.
Menurut Charles H. Cooley. Komunikasi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu.
 Menurut Delton E, Mc Farland. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia.
Menurut Theodorson & Thedorson. Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.
Menurut Himstreet & Baty. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
Menurut Bovee. Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.

Menurut Onong Uchjana Effendy. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Menurut Raymond Ross. Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Menurut Gerald R. Miller. Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
Menurut Everett M. Rogers. Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Menurut New Comb. Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
Menurut Colin Cherry. Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Menurut Palo Alto. Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena mereka tidak dapat berperilaku. PALO ALTO sangat percaya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi.
Menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
Menurut Harold Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”, “mengatakan apa”, “dengan saluran apa”, “kepada siapa”, dan “dengan akibat atau hasil apa”. (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).

b. Komponen-komponen komunikasi
            1.Komunikator/Penyampaian pesan/Sumber/Source semua proses komunikasi berasal dari sumber yang dapat berupa
·         Perorangan , jika dalam komunikasi individual atau antar perorangan
·         Suatu lembaga atau organisasi, atau orang yang dilembagakan (komunikasi dengan media massa) 


2.Pesan/Message.
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan  antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun non verbal., baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui media massa misalnya) Pesan dapat berupa:
·         pesan verbal, misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis
·         pesan non verbal, misalnya: isyarat, gambar, warna 
·         pesan paralinguistik, misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada bicara), kecepatan suara, vokalisasi.
3.Saluran/Media/Chanel
            Unsur saluran merupakan sarana tempat pesan yang di sampaikan sehingga bias diterima dan di maknai oleh komunikan. Misalnya: media massa (surat kabar, majalah, televise, radio, dll)
            4. Komunikan/Penerima Pesan/Receiver
            Unsure penerimaan merupakan sasaran dari komunikasi, bias terdiri dari seseorang atau beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi.
            5. Tujuan/Destination/effect
            Effect merupakan hasil dari suatu komunikasi, merupakan tujuan dari peserta-peserta di dalam proses komunikasi.
            6. Umpan balik/Feedback
            Feedback merupakan tanggapan atas pesan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
            7. Gangguan/Noise
            Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat pesan yang diterima komunikan berbeda dengan pesan yang disampaikan kepada komunikator terhadap komunikan. Misalnya: perkuliahan terganggu akibat ada pesawat terbang yang melintas rendah  di atas kelas.

c.       Tujuan dan manfaat pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia

Tujuan utama komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahaman atau pengertian bersama. Saling mengerti atau memahami bukan berarti harus menyetujui tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku atau perubahan secara social:
1.      Perubahan sikap (attitude change)
      Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik positive ataupun negative. Dalam berbagai situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang lain bersikap positive sesuai keinginan kita.
2.      Perubahan pendapat (opinion change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator. Setelah memahami yang dimaksud komunikator maka akan menciptakan pendapat yang berbeda-beda bagi komunikan. Contoh: berita yang disampaikan oleh surat kabar. Informasi dapat diterima khalayak secara bersamaan, namun opini atau pendapat yang muncul tiap individu berbeda-beda.
3.      Perubahan perilaku (behavior change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang. Contoh: kampanye kesehatan misalnya mengenai merokok menyebabkan gangguan kesehatan. Setelah mengikuti kampanye tersebut seorang perokok misalnya kemudian berusaha mengurangi/berhenti merokok.
4.      Perubahan social (social change)
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang lebih baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara sengaja meningkatkan hubungan interpersonal. Contoh: diperkantoran, sering terjadi komunikasi dilakukan bukan untuk menyampaikan informasi atau pengaruh sikap semata, tetapi kadang-kadang terdapat maksud implicit di sebaliknya, yakni untuk membina hubungan baik

            Manfaat pentingnya komunikasi:
1.      Menyampaikan informasi (to inform)
Memberitahukan/menerangkan informasi atau hal-hal yang belum diketahui seseorang maupun public terhadap apa yang terjadi pada seseorang ataupun public , sehingga informasi-informasi yang di berikan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
2.      Mendidik (to educate)
Memberikan pendidikan dan pengetahuan yang bermanfaat baik secara formal, non formal, maupun informal sehingga mendorong pembentukan watak dan pendidikan keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan. Misalnya: seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.
3.      Membujuk (to persuade)
Membujuk, mempengaruhi atau membentuk suatu opini seseorang maupun public, menyakinkan tentang informasi-informasi yang diberikan sehingga benar-benar mengetahui situasiyang terjadi di lingkungannya. Misalnya: iklan tv yang mengiklankan produk, dengan gaya persuasinya membujuk atau mempengaruhi pemirsanya untuk menggunakan produk tersebut.
4.      Menghibur (to entertaint)
Memberikan hiburan atau kesenangan, sehingga seseorang maupun public memperoleh selingan dari kejenuhan yang dialaminya karena tekanan-tekanan baik alam pekerjaan, pergaulan dan lain-lain yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya: Musik, Komedi, Tari, Olahraga.















KESIMPULAN
            Dari pembahasan diatas, maka disadari bahwa komunikasi penting dalam kehidupan sebagai penyampaian atau penukaran ide-ide, pengetahuan bahkan informasi, komunikasi juga penting dalam sebuah organisasi, karena dapat dikatakan organisasi tanpa komunikasi ibarat motor yang di dalamnya terdapat rangkaian alat-alat otomotif, yang terpaksa tidak berfungsi karena tidak ada aliran fungsi antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
            Begitu penting komunikasi bagi kehidupan manusia, sehingga ada yang menyatakan bahwa tanpa komunikasi kehidupan manusia tidak akan bermakna, atau bahkan manusia tidak akan bertahan hidup.